PROSES KERJA PEMBUATAN PROTOTYPE PODUK BARNG ATAU JASA
Diagram alur proses produksi ini harus dibuat secara jelas terlebih dahulu sebelum suatu proses produksi dijalankan. Berdasarkan diagram alur proses produksi tersebutlah pengetesan dan monitoring atas barang dalam proses produksi (work in process) harus dilakukan agar produk akhir bermutu sesuai dengan rencana. Seandainya timbul variasi mutu pun, tingkat toleransinya dari penyimpan masih dalam batas-batas yang dapat diterima. Artinya, melalui tes-tes pada berbagai tahapan proses produksi harus dilakukan agar bila terjadi komponen atau barang yang cacat (defect) dapat segera diketahui untuk segera ditindak lanjuti. Masing-masing jenis industri manufaktur mempunyai diagram alur proses produksi yang berbeda satu sama lain karena produk yang harus dihasilkan berbeda. Bahkan untuk produk yang sejenis pun, diagram alur proses produksinya belum tentu persis sama karena masing-masing mempunyai ciri khas atau spesifikasi sendiri-sendiri.
Diagram alur proses produksi yang berbeda produk, misalnya diagram alur proses produksi tekstil sama sekali berbeda dengan diagram alur proses produksi pembuatan obat-obatan (farmasi). Akan tetapi, walaupun sama-sama industri manufaktur farmasi (obat-obatan), diagram alur proses produksinya dapat berbeda, misalnya yang satu berbentuk tablet, sedangkan yang lain berbentuk cair.
- Pengertian Prototype
Prototype merupakan model produk yang pertama yang akan dibuat,
prototype ini memperlihatkan bentuk serta fungsi yang sebenarnya,
sehingga sebelum perusahaan memproduksi maka prototype diusahakan untuk
dibuat terlebih dahulu.
- Alur Pembuatan Prototype Produk Barang atau Jasa
Diagram alur proses produksi ini harus dibuat secara jelas terlebih dahulu sebelum suatu proses produksi dijalankan. Berdasarkan diagram alur proses produksi tersebutlah pengetesan dan monitoring atas barang dalam proses produksi (work in process) harus dilakukan agar produk akhir bermutu sesuai dengan rencana. Seandainya timbul variasi mutu pun, tingkat toleransinya dari penyimpan masih dalam batas-batas yang dapat diterima. Artinya, melalui tes-tes pada berbagai tahapan proses produksi harus dilakukan agar bila terjadi komponen atau barang yang cacat (defect) dapat segera diketahui untuk segera ditindak lanjuti. Masing-masing jenis industri manufaktur mempunyai diagram alur proses produksi yang berbeda satu sama lain karena produk yang harus dihasilkan berbeda. Bahkan untuk produk yang sejenis pun, diagram alur proses produksinya belum tentu persis sama karena masing-masing mempunyai ciri khas atau spesifikasi sendiri-sendiri.
Diagram alur proses produksi yang berbeda produk, misalnya diagram alur proses produksi tekstil sama sekali berbeda dengan diagram alur proses produksi pembuatan obat-obatan (farmasi). Akan tetapi, walaupun sama-sama industri manufaktur farmasi (obat-obatan), diagram alur proses produksinya dapat berbeda, misalnya yang satu berbentuk tablet, sedangkan yang lain berbentuk cair.
- Proses Pembuat Prototype Produk Barang atau Jasa
- Membuat diagram rinci atau sketsa
Langkah pertama dalam menciptakan prototipe adalah
menciptakan sebuah konsep sketsa rinci atau diagram.
- Membuat model 3D (optional)
Langkah ini untuk mentransfer
sketsa konsep Anda ke perangkat lunak pemodelan 3D. Manfaatnya untuk membantu memvisualisasikan
produk yang lebih baik.
- Buat “bukti dari konsep”
Dalam proses ini anda di haruskan untuk berimpovisasi lebih keras
- Buat prototipe pertama
bukti dari konsep menunjukkan bahwa produk Anda
bekerja. Model 3D Anda menunjukkan apa yang mungkin terlihat seperti.Langkah
selanjutnya adalah untuk menggabungkan pelajaran dari bukti konsep dan model 3D
untuk membuat prototipe pertama
- Membuat prototipe produksi-siap
Langkah terakhiradalahmemangkas lemak dari prototipe
pertama Anda dan mendapatkannya untuk negara produksi-siap.pada dasarnya adalah
proses biaya dan kelayakan analisis.